Selasa, 09 Desember 2014

desain untuk Arbbi Design Award


ARBBI  Design Award 2013
Project: Rumah Galantung (Modular House Development)
Category: Sayembara

Salut....

sudah lama ga posting, beberapa waktu terlewati, dengan perjuangan lumayan berat (lumayan????)  dan akhirnya saya lulus....waaakakaaaa sibuk banget beberapa saat terarkhir... *gomen

Posting kali ini saya "meloncat" ke semester 6 aja dulu ya... soalnya laporan STUPA 3 dan 4 saya ga ada sekenannya... keburu hilang entah kemana...ckckckk
Sekitar bulan Januari-Februari saya ada di ajak oleh ka tingkat teman diskusi (ka Endar Asman, thanks) saya di arsitektur untuk "mencoba" ikut Sayembara Arsitektur...
sebenarnya grogi juga, tugas perancangan kuliah aja belum beres, malah diajak merancang buat sayembara. tapi kupikir-pikir lagi, kapan kesempatan sepeti ini datang?wahaahahaaaaa akhirnya aku memberanikan diri untuk ikut...

Site yang kami ambil berada di muara sungai kuin Utara Banjarmasin yang puaaaaddaaaatttt luar biasa... namun dengan sungai yang luas. permasalahan di site sendiri adalah rumah yang "berkembang", tiap pemilik tanah (yang walau hanya memiliki segel adat), tapi bakalan mengklaim lahan itu sepanjang-panjangnya kebelakang...

dialog unik yang saya terjadi ketika survey tepian sungai Kuin,
"selama saya memiliki tanah di depan sini, saya bisa mengembangkan bangunan ke belakang untuk anak cucu saya, anak saya nikah, tinggal panjangin rumah ke belakangke arah sungai, dan beitu seterusnya..." fenomena seperti ini bisa disebut extended family...

maaf saya kurang satu file yang menggambarkan situasi lahan...

kemudian dari hal ini sebagai fungsi modular sendiri, dengan alasan pengembangan, dengan sistem knock down,  dll... kami terpikir untuk memakai bahan lokal..yaitu ROTAN...wahahaaaa
dan penerapan roan untuk Rumah Galantung kami SANGAT EKSTRIM... (lebay***), sesuai dengan namanya GALANTUNG (gantung *dalam bahasa banjar), maka bagian-bagian modulnya memang menggantung...



wahahaaaaaa bisa dibayangkan "horor" nya tinggal di atas sana... tapiiiii... bentukan ini bukan serta merta muncul, dan pemilihan bahan inipun telah kami pertimbangkan dengan sehikmat-hikmatnya.. (cailaaaaah)... benar... taukah kalian dengan Papa Batu (tongkonan yang beratapkan batu di Sulawesi), naaaah ketahanan rotan kami estimasikan berdasarkan ini juga...

overall.. pada akhirnya kami kalah...gkgkgk... :v
 kemungkinan kalahnya... (ini analisa saya sendiri..hwueheheeee), bangunan dan materialnya sendiri lebih ke "arsitektur tropis" atau terlalu "utopis"..hahahaaaaa
tapi senang banget ngerjain ini, karena banyak banget ilmu yang di dapat..

terima kasih untuk yang berkenan mengunjungi ini... semoga ini bisa bermanfaat untuk kalian...

Merci ^_^

oiya ada 1 foto lagi,


ini aksonometrinya....




"Aku terlanjur jatuh cinta dengan Arsitektur, maka akan kujadikan Arsitektur sebagai ladang amal menuju Ridha Mu. Ya Allah... jadikanlah Arsitekturku, Arsitektur yang memberi manfaat, dan jadi kebanggaan bagi diriku sendiri, keluargaku, orang2 sekitarku, dan masyarakat semuanya..." 
Susi Susanti Ardiansyah
S_Een ViGree 1771

2 komentar:

  1. Canggih giLa... serem kreatif konsepNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheeheeee makasiiih kunjungannya mas...
      kalah ini,wkwk. tapi ambil ilmunya dan pengalamannya aja. ^_^

      Hapus