Minggu, 29 April 2012

ARSITEKTUR TROPIS, KONSEP ATAU KEWAJIBAN?

ARSITEKTUR TROPIS, KONSEP ATAU  KEWAJIBAN?

Dulu saat mengelilingi jalan di kampung halaman, masih nda ngeh dengan bangunan di sekitarnya, yang terlihat hanyalah, ibu-ibu yang ngobrol bareng sambil nunggu paman sayur lewat.
Setelah kuliah di arsitektur, pulang kampung, sok2 ngamatin bangunannya,ckckck...
Tapi emang, aku baru sadar bahwa saat kita berada di kampung, berada di rumah bersama keluarga, tak kepikiran dengan konsep2 termal, radiasi matahari yang masuk, pencahayaan alami atau yang lainnya lagi...
ku berada di antara rumah2 kampung sederhana, ibu2 yang ngobrol sambil nunggu paman sayur, anak2 yang main gobak sodor di halaman dengan riang... sementara itu rumah sejuk, dan terang alami...
ku mendapati kenyataan yang mengagumkan, tanpa perlu ANALISIS CURAH HUJAN, rumah2 disana sudah menerapkan arifnya atap pelana dan teritisan lebar, tanpa perlu ANALISIS THERMAL, mereka dah dengan bijaknya membuat jendela super lebar untuk aliran angin.. nda perlu make ANALISIS MATAHARI, mereka dah menerapakan shadding2 alami dengan membuat kanopi sederhana diatas bukaan... tanpa perlu ANALISIS TAPAK berlebihan, mereka dah menerapkan ruang terbuka yang lebar di halaman...
apakah kalian pernah berpikir, ARSITEKTUR TROPIS itu nda usah dianalisis2 ato di konsep pun, jika kita mau MEMANDANG alam kita ini, dia akan muncul denagn arifnya pada tiap bangunan... dia sudah menjadi hal yang paling essensial bagi perancangan, kita berada di daerah tropis, nda perlu berbusa2 ngejelasin konsep tropis, karena kita harus sadar, bila kita ngambil resiko untuk mengabaikan hal dasar ini, maka yang jadi hanyalah kehancuran...
arsitektur tropis muncul dengan sendirinya, jika kita "buka hati" kita untuk menghiraukan alam, menjadikannya "bagian keseharian dan kehidupan" kita, dan jika kita merasakan betapa nikmatnya "bercumbu" dengan alam...^_^

...aku terlanjur jatuh cinta pada arsitektur, maka akan kubuat cintaku ini menuju Ridha-Mu. Ya ALLah jadikanlah arsitekturku sebagai ladang amal bagiku. Yang bisa aku, keluargaku, teman2ku, masyarakat sekitarku, orang2 yang mendukungku, dan manusia di bumi seluruhnya banggakan, dan rasakan manfaatnya...

by Susi Susanti Ardiansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar