Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya mau membagi lagi tentang kuliah saya.
ini adalah tugas kuliah kritik arsitektur, mata kuliah pilihan..
Kritik yang saya buat adalah kritik normatif, sejujurnya saya kesulitan mencari contoh2 kritik, menbaca buku2 Avianti Armand, membuka kembali buku catanese_snyder 'introduction to architecture', memberi saya inspirasi.^_^
Tak lupa saya ucapkan pada teman diskusi saya yang luar biasa... walau komentarnya sedikit2, tapi tetap membantu.. (maaf selalu mengganggu waktu anda...^_^,hehehe... makasih banyak untuk "ruko"nya.hehehehe)
tidak perlu panjang lebar, ini kritik normatif saya.
Kasus: Membuat kritik bangunan dari hotel Permata In sampai Bundaran Simp. 4 Banjarbaru Kalimantan Selatan
fokus saya: Bangunan komersil
Sebuah kritik
tentang toko
Arsila dan kaitannya dengan beberapa tipikal bangunan komersil
Bangunan komersil bagalmanapun tak dapat
melepaskan diri dari persepsi masyarakat. Persepsi yang muncul dari bentuk
bangunan, akan memunculkan kesan-kesan yang dibutuhkan bangunan tersebut
sebagai pesan agar diketahui eksistensinya oleh masyarakat.
Bangunan komersil memiliki beberapa tipikal
dasar yang menjadi patokan rata-rata untuk memenuhi kejelasan fungsi bangunan.
1. Geometri
dasar kotak menjadi bentuk rata-rata bangunan komersil. Bentuk yang simple,
bisa memaksimalkan penggunaan ruang, serta kemudahan konstruksi.
2. Atap
datar, penggunaannya saat ini memang mendomonasi dan masyarakat sekarang
mempersepsikan bangunan komersil dengannya. Alas an penggunaan atap datar yang
paling mendasar adalah kemungkina pengembanga bangunan tersebut kedepannya
(penambahan tingkat bangunan)
3. Warna
sebagai salah satu unsur bentuk dapat memperjelas peran fungsi yang
bdisampaikan bentuk bangunan. Ada tipikal penggunaan warna cerah atau bahkan
terkesan norak dengan warnanya yang ngejreng
untuk bangunan komersil.dengan alas an warna-warna cerah dapat cepat
mempengaruhi visual, hingga masyarakat sebagai pengamat mudah tertarik untuk
datang ke toko.
4. Penggunaan
etalase menjadi hal dasar untuk memperjelas fungsi komersil. Bangunan dengan
etalase lebar membuat pengamat dari luar
mudah mengetahui fungsi bangunan tersebut. Barang-barang yang di display
terlihat, hingga membangkitkan pengamat untuk singgah dan memeriksa isi toko
lebih lanjut. Penggunaan etalase juga bisa menggantikan fungsi plang nama. Jadi
tak perlu plang nama besar untuk menyatakan bahwa dia adalah toko roti
misalnya, dengan etalase besar yang memperlihatkan display roti, orang akan
langsung tau itu toko roti.
Toko roti Arsila sebagai bangunan komersil
juga memasukkan pertimbangan-pertimbangan tipikal dasar sebuah toko yang telah
dijabarkan diatas.
Menariknya, untuk poin 1 Arsila tidak hanya
berhenti di ‘kotak’ sebagai penerapan bentuk yang terlalu lugu. Bentuk kotak
dipakai sebagai bentuk dasar yang dapat diolah lebih lanjut, sehingga
melahirkan bentuk-bentuk yang lebih bervariasi. Arsila memadukan potensi
lengkung tapak untuk memodifikasi bentuk kotak. Hingga bentuk bangunan Arsila walau keseluruhannya kotak, tapi ada
dinamisasi fasad yaitu bagian depan bangunan yang melengkung mengikuti lengkung
jalan dan bundaran.
Untuk poin 2, tipikal atap datar juga
diterapkan oleh Arsila. Walau alasan membuatnya berbeda. Atap datar Arsila tidak di maksudkan untuk
kemungkinan pengembangan bangunan. Tapi lebih kepada mengikuti tipikal
atap-atap toko di sekitarnya.
Penerapan poin 3 oleh Arsila bisa langsung
terlihat jelas. Warna bangunan yang cerah, didominasi kuning dengan aksen merah,
membuatnya mudah terlihat dari jarak yang jauh. Merupakan ciri khas Arsila.
Yang tidak diterapkan adalah poin ke 3.
Arsila tidak menggunakan etalase, hanya dinding massif yang mengelilinginya.
Ini merupakan kesalahan yang cukup penting. Kejelasan fungsinya tidak
dimaksimalkan dengan memanfaatkan fungsi etalase. Malah yang terjadi adalah
penerapan metaphora yang terlalu lugas dan langsung. Terlihat dari besarnya
sculpture roti-roti dan plang nama toko.
Memang methapora langsung seperti ini paling
efektif untuk mencirikan bangunan, tapi membuat fasad menjadi hampa dan
mengganggu pemandangan.
Susi
susanti (h1b110025)
Teknik Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan
naaaahhh gimana semua?
nilainya cukup bagus, membantu memplongkan beban tugas yang masih numpuk..hehehe
bulan ini sungguh berat... berusaha kuat, tapi ternyata sedikit berefek ke badan... Aku sakit beberapa kali, jarang karate malah sakit,hehehe
ada beberapa hal yang membuat saya 'down', tapi ada beberapa hal yang membuat saya kuat...
dan lagi2 jatuh...huhuhu
tapi SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTT
dan lagi2 jatuh...huhuhu
tapi SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTT
Alhamdulillah...
Innallaha ma anaa...
SEMANGAT ARSITEKTUR!!!!!!
"Aku terlanjur jatuh cinta dengan Arsitektur, maka akan kujadikan Arsitektur sebagai ladang amal menuju Ridha Mu. Ya Allah... jadikanlah Arsitekturku, Arsitektur yang memberi manfaat, dan jadi kebanggaan bagi diriku sendiri, keluargaku, orang2 sekitarku, dan masyarakat semuanya..."
Susi Susanti Ardiansyah
S_Een ViGree 1771
"Aku terlanjur jatuh cinta dengan Arsitektur, maka akan kujadikan Arsitektur sebagai ladang amal menuju Ridha Mu. Ya Allah... jadikanlah Arsitekturku, Arsitektur yang memberi manfaat, dan jadi kebanggaan bagi diriku sendiri, keluargaku, orang2 sekitarku, dan masyarakat semuanya..."
Susi Susanti Ardiansyah
S_Een ViGree 1771
Tidak ada komentar:
Posting Komentar