Minggu, 06 Mei 2012

KRITIK ARSITEKTUR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya mau membagi lagi tentang kuliah saya.
ini adalah tugas kuliah kritik arsitektur, mata kuliah pilihan..
Kritik yang saya buat adalah kritik normatif, sejujurnya saya kesulitan mencari contoh2 kritik, menbaca buku2 Avianti Armand, membuka kembali buku catanese_snyder 'introduction to architecture', memberi saya inspirasi.^_^
Tak lupa saya ucapkan pada teman diskusi saya yang luar biasa... walau komentarnya sedikit2, tapi tetap membantu.. (maaf selalu mengganggu waktu anda...^_^,hehehe... makasih banyak untuk "ruko"nya.hehehehe)
tidak perlu panjang lebar, ini kritik normatif saya.

Kasus: Membuat kritik bangunan dari hotel Permata In sampai Bundaran Simp. 4 Banjarbaru Kalimantan Selatan
fokus saya: Bangunan komersil


Sebuah kritik
tentang toko Arsila dan kaitannya dengan beberapa tipikal bangunan komersil
Bangunan komersil bagalmanapun tak dapat melepaskan diri dari persepsi masyarakat. Persepsi yang muncul dari bentuk bangunan, akan memunculkan kesan-kesan yang dibutuhkan bangunan tersebut sebagai pesan agar diketahui eksistensinya oleh masyarakat.
Bangunan komersil memiliki beberapa tipikal dasar yang menjadi patokan rata-rata untuk memenuhi kejelasan fungsi bangunan.
1.     Geometri dasar kotak menjadi bentuk rata-rata bangunan komersil. Bentuk yang simple, bisa memaksimalkan penggunaan ruang, serta kemudahan konstruksi.
2.     Atap datar, penggunaannya saat ini memang mendomonasi dan masyarakat sekarang mempersepsikan bangunan komersil dengannya. Alas an penggunaan atap datar yang paling mendasar adalah kemungkina pengembanga bangunan tersebut kedepannya (penambahan tingkat bangunan)
3.     Warna sebagai salah satu unsur bentuk dapat memperjelas peran fungsi yang bdisampaikan bentuk bangunan. Ada tipikal penggunaan warna cerah atau bahkan terkesan norak dengan warnanya yang ngejreng  untuk bangunan komersil.dengan alas an warna-warna cerah dapat cepat mempengaruhi visual, hingga masyarakat sebagai pengamat mudah tertarik untuk datang ke toko.
4.     Penggunaan etalase menjadi hal dasar untuk memperjelas fungsi komersil. Bangunan dengan etalase lebar membuat  pengamat dari luar mudah mengetahui fungsi bangunan tersebut. Barang-barang yang di display terlihat, hingga membangkitkan pengamat untuk singgah dan memeriksa isi toko lebih lanjut. Penggunaan etalase juga bisa menggantikan fungsi plang nama. Jadi tak perlu plang nama besar untuk menyatakan bahwa dia adalah toko roti misalnya, dengan etalase besar yang memperlihatkan display roti, orang akan langsung tau itu toko roti.
Toko roti Arsila sebagai bangunan komersil juga memasukkan pertimbangan-pertimbangan tipikal dasar sebuah toko yang telah dijabarkan diatas.
Menariknya, untuk poin 1 Arsila tidak hanya berhenti di ‘kotak’ sebagai penerapan bentuk yang terlalu lugu. Bentuk kotak dipakai sebagai bentuk dasar yang dapat diolah lebih lanjut, sehingga melahirkan bentuk-bentuk yang lebih bervariasi. Arsila memadukan potensi lengkung tapak untuk memodifikasi bentuk kotak. Hingga bentuk bangunan Arsila  walau keseluruhannya kotak, tapi ada dinamisasi fasad yaitu bagian depan bangunan yang melengkung mengikuti lengkung jalan dan bundaran.
Untuk poin 2, tipikal atap datar juga diterapkan oleh Arsila. Walau alasan membuatnya berbeda. Atap  datar Arsila tidak di maksudkan untuk kemungkinan pengembangan bangunan. Tapi lebih kepada mengikuti tipikal atap-atap toko di sekitarnya.
Penerapan poin 3 oleh Arsila bisa langsung terlihat jelas. Warna bangunan yang cerah, didominasi kuning dengan aksen merah, membuatnya mudah terlihat dari jarak yang jauh. Merupakan ciri khas Arsila.
Yang tidak diterapkan adalah poin ke 3. Arsila tidak menggunakan etalase, hanya dinding massif yang mengelilinginya. Ini merupakan kesalahan yang cukup penting. Kejelasan fungsinya tidak dimaksimalkan dengan memanfaatkan fungsi etalase. Malah yang terjadi adalah penerapan metaphora yang terlalu lugas dan langsung. Terlihat dari besarnya sculpture roti-roti dan plang nama toko.
Memang methapora langsung seperti ini paling efektif untuk mencirikan bangunan, tapi membuat fasad menjadi hampa dan mengganggu pemandangan.
Susi susanti (h1b110025)
Teknik Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan

naaaahhh gimana semua?
nilainya cukup bagus, membantu memplongkan beban tugas yang masih numpuk..hehehe
bulan ini sungguh berat... berusaha kuat, tapi ternyata sedikit berefek ke badan... Aku sakit beberapa kali, jarang karate malah sakit,hehehe
ada beberapa hal yang membuat saya 'down', tapi ada beberapa hal yang membuat saya kuat...
dan lagi2 jatuh...huhuhu
tapi SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTT
Alhamdulillah...
 Innallaha ma anaa...
SEMANGAT ARSITEKTUR!!!!!!

"Aku terlanjur jatuh cinta dengan Arsitektur, maka akan kujadikan Arsitektur sebagai ladang amal menuju Ridha Mu. Ya Allah... jadikanlah Arsitekturku, Arsitektur yang memberi manfaat, dan jadi kebanggaan bagi diriku sendiri, keluargaku, orang2 sekitarku, dan masyarakat semuanya..." 
Susi Susanti Ardiansyah
S_Een ViGree 1771
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar